Nih Dongeng Paling Duka Bikin Menangis,Surat Untuk Allah
Assalamu ‘alaikum .. Kisah ini Saya baca sekitar dua tahun yang lalu, dan Saya bersumpah demi Allah tak akan meneteskan air mata dikala membacanya. Tapi, Demi Allah Saya menuliskan komentar ini dengan air mata yang bercucuran.surat kecil untuk allah,maafkan saya ya allah yang selalu mengeluh,cerita paling duka ihwal keluarga
Sungguh mereka ialah orang-orang yang berhati besar. Bersedia mati untuk menghidupkan orang lain. Apakah dunia ini menghargai mereka? Apakah seluruh insan tahu bahwa ada orang yang bersedia terbakar untuk orang lain? dan ada orang yang bersedia mati untuk umat ini?
Lalu Saya duduk di ruang kerjaku dan mulai menyibukkan diri dengan buku-buku dan lembaran-lembaran kertasku..
“Mama, apa yang kamu tulis?”
“Saya menulis surat untuk Rabb, nak”
“Apakah kamu mengizinkaku untuk membacanya mama?”
“Tidak anakku sayang, ini surat yang sangat special dan tidak kuizinkan siapa pun membacanya”
kukeluarkan Reem dari ruang kerjaku, dan ia sangat sedih, namun kuyakin ia telah terbiasa dengan perlakuan ku itu, lantaran penolakanku bukan sekali ini saja tapi telah berulang kali
Berlalu beberapa pekan insiden itu, hingga suatu hari Saya masuk ke kamar Reem dan ia sangat terkejut gugup dengan kedatanganku … Ada apa?mengapa ia menyerupai itu?
“Reem … apa yang sedang kamu tulis?”
Kuliahat ia makin gugup dan menjawab “ Tidak mama … ini sesuatu yang spesial”
Apa gerangan yang telah dituliskan seorang anak sembilan tahun, dan ia khawatir untuk kuketahui??!!
“ Saya menulis surat untuk Rabb, sepertimu ….”
Ucapannya terputus tiba-tiba, kemudian ia meneruskan “ tapi … apakah yang kita tulis ini akan hingga pada-Nya mama?
“Tentu anakku … bersama-sama Allah mengetahui segala sesuatu…”
Ia tetap tak mengizinkan ku membaca apa yang telah ditulisnya, Saya pun keluar dari kamarnya dan menemui suamiku Rasyid yang sedang sakit untuk membacakannya koran pagi sebagaimana biasanya, lisanku membaca baris demi baris isi koran namun fikiranku tak lepas dari anakku … ternyata Rasyid memperhatikan ekspresiku … dan menduga bahwa dirinya lantaran kesedihanku … ia mencoba meyakinkanku untuk menghadirkan perawat untuknya … biar bebanku sedikit berkurang…
Ya Ilahi, sungguh Saya tak pernah berfikir demikian..kudekap dan kukecup kepalanya yang dipenuhi beban dan peluh lantaran memikirkan diri ini dan anaknya Reem .. dan membuatku turut bersedih hari ini..lalu kusampaikan padanya lantaran resah dan duka ku …
Hari ini Reem kesekolah, dan dikala ia kembali kerumah ,dokter sedang terburu-buru menyidik Ayahnya yang sakit, ia pun duduk disamping ayahnya memberi semangat dengan penuh cinta.
Sebelum Dokter beranjak pergi, ia menjelaskan kepadaku bahwa keadaan Rasyid semakin memburuk. dan seolah Saya lupa kalau Reem masihlah sangat kecil, hingga tanpa kasihan padanya Saya berterus terang bahwa hati ayahnya yang dipenuhi cinta untuk Reem kini telah melemah, dan ia hanya bisa bertahan hidup tidak lebih dari 3 pekan lagi. Hancur hati Reem, ia mulai menangis dan berkata :
“Mengapa semua ini menimpa Ayah? mengapa?”
“Doakanlah kesembuhan untuk Ayah Reem, kita harus melewati semua ini dengan tegar, dan tidak melupakan rahmat Allah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala yang terjadi .. dan kamu sudah besar..”
Reem menyimak semua apa yang diucapkan Ibunya, berusaha menghilangkan kesedihannya, menepis jauh rasa sakitnya dan berusaha untuk tampak tegar, kemudian berkata : “ Ayah ku tak akan mati “
Setiap pagi Reem mencium pipi ayahnya yang hangat, namun pagi ini ia menciumnya dengan tatapan kasih penuh harap, dan berkata : “ Semoga suatu hari nanti kamu bisa mengantarku menyerupai teman-temanku yang lain …” .
Ayahnya seketika diserbu keharuan dan kesedihan namun berusaha ia tutupi, ia berkata : “ InsyaAllah, akan tiba hari dimana Saya akan mengantarmu Reem ..” dan ia yakin ucapannya barusan tak akan pernah bisa menyempurnakan kebahagiaan putri kecilnya.
Kuantar Reem kesekolahnya, dan setiba di rumah tiba-tiba rasa ingin tahu akan surat yang ditulis Reem untuk Allah muncul, maka kumencari dikamarnya, namun sesudah pencarian yang panjang ku tak menemukannya. Dimana surat itu???! Apakah ia merobek sesudah menulisnya??!
Hah … mungkin di kardus ini, kardus yang ia minta dariku berulang kali, maka kukosongkan dan kuberikan padanya..Ya Ilahiy…kardus ini berisi surat yang sangat banyak…dan semuanya untuk Allah!
**Ya Rabb … Ya Rabb .. matikanlah anjing Sa’id tetangga kami …karena ia telah membuatku takut!!
**Ya Rabb ... Biarkanlah kucing kami melahirkan anak yang banyak..menggantikan anak-anaknya yang banyak mati!!!
**Ya Rabb … Luluskanlah sepupuku … lantaran Saya mencintainya!!
**Ya Rabb … Jadikanlah bunga-bunga di kebun kami tumbuh dengan cepat … untuk Saya petik dan berikan ke guruku tiap harinya!!
Dan banyak lagi surat-surat yang lain, yang begitu lugu ia tuliskan dan surat terakhir yang kubaca berbunyi : ..
**Ya Rabb .. kuatkanlah nalar pembantu kami .. biar tidak membebani ibuku ..
Ya Ilahi, semua suratnya telah terjawab, anjing tetangga kami telah mati lebih dari sepekan yang lalu, kucing kami pun telah melahirkan anak yang banyak, Ahmad telah lulus dengan nilai yang tinggi, bunga-bunga bermekaran dengan cepat, dan Reem memetiknya tiap hari untuk gurunya …
Ya Ilahi, mengapa Reem tak menuliskan surat dan memohon untuk kesembuhan Ayahnya dari sakit?? ...!!
Sedih bercampur gundah mencakup hatiku … belum juga reda hingga Saya dikagetkan deringan telpon, pembantu kami mengangkatnya kemudian memanggilku,
“ Nyonya … dari guru Reem ..”
“Iya, ada apa bu?ada apa dengan Reem?apa ia melaksanakan sesuatu?”
Ia memberikan bahwa Reem jatuh dari lantai 4 .. dikala ia membawakan bunga gurunya yang tidak hadir di sekolah hari ini .. ia menjulurkan kepalanya dari balkon.. bunganya terjatuh … dan ia pun terjatuh ..
Pukulan yang sangat keras bagiku tak bisa kuberbuat apapun begitu pula Rasyid .. dan keterkejutan ini membuatnya tak bisa menggerakkan lisannya semenjak hari itu
“Mengapa Reem harus meninggal … Saya sungguh tak bisa memikirkan janjkematian putriku tercinta ..”
Dan kini seolah Saya menipu diriku sendiri dengan kesekolah Reem tiap pagi menyerupai mengantarnya, kukerjakan semua apa yang ia senangi untuk kulakukan, semua sudut rumah mengingatkanku padanya, senantiasa kuteringat bunyi tawa nya yang menghidupkan suasana di rumah ini .. beberapa tahun berlalu… namun terasa hanya beberapa hari saja … berjalan begitu lambat
Pagi hari jum’at … tiba-tiba pembantu kami tiba dan ia ketakutan berkata..bahwa ia mendengar bunyi berasal dari kamar Reem … Ya Ilahi, apakah masuk nalar kalau Reem kembali?? ini aneh ..
“Kamu mengkhayal ..” Saya belum pernah menginjakkan kaki di kamar ini semenjak janjkematian Reem ..
Rasyid bersikeras biar Saya ke kamar Reem dan melihat ada apa disana ..
Kumasukkan kunci di pintu dengan hati was-was … kubuka pintu dan tak sanggup mengendalikan diri..Saya duduk dan terus menangis … kuhempaskan badanku di daerah tidurnya .. ahh … kenangan!!
Reem pernah memberikan berulang kali padaku kalau daerah tidurnya bergeser kalau ia bergerak, dan mengeluarkan bunyi … dan Saya selalu lupa untuk memanggil tukang kayu untuk memperbaikinya … tak ada guna lagi kini …
Tapi, dari mana asal bunyi tadi … ya, itu bunyi dari jatuhnya lukisan ayat bangku yang ia hias lantaran sangat semangat membacanya tiap hari hingga ia menghafalkannya. .
Ketika Saya mengangkatnya untuk memasang kembali, Saya menemukan secarik kertas yang ia taruh dibelakang lukisan … Ya Ilahi, ini salah satu suratnya … Apa gerangan isi surat ini??!! dan mengapa Reem meletakkannya di belakang goresan pena ayat mulia??!! surat ini salah satu dari surat-surat yang dituliskannya untuk Allah… dan di dalamnya tertulis : ..
**Ya Rabb … Ya Rabb .. Matikanlah Saya … dan hidupkanlah Ayahku…!!
--Kisah ini dikomentari oleh Syaikh Ayman as Samiy yang dituliskannya dengan tinta emas--
---- ditarjim dari kisah orisinil arabic oleh ummu faari’ (29 juli 2007, peraduan yang indah )----
Semoga goresan pena ini sanggup membuka pintu hati kita yang telah usang terkunci. Aamiin.


0 Response to "Nih Dongeng Paling Duka Bikin Menangis,Surat Untuk Allah"
Posting Komentar