Nih Inspirasi: Mencari Ilmu Dahulu,Lalu Gres Menikah
Mencari Ilmu Dahulu,Lalu Baru Menikah
menuntut ilmu Bagi sebagian orang,terjadi kebingungan antara menikah terlebih dahulu dengan menuntut ilmu.Tentunya hal ini terjadi bagi orang yg sudah dewasa.Bila masih kecil,tentu saja problem ini tidak terlihat.Nah apa yang harus dilakukan saat harus menentukan antara dua pilihan ini? Utk menjawab pertanyaan ini sanggup dipahami dari goresan pena di bawah ini.Washiat al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man Kepada Para Pemuda
ولا تتوزوج الا بعد أن تعلم أنك تقدر على القيام بجميع حوائجها واطلب العلم أولا ثم اجمع المال من الحلال ثم تزوج, فانك ان طلبت المال في وقت التعلم عجزت عن طلب العلم ودعاك المال الى شراء الجواري والغلمان وتشتغل بالدنيا والنساء قبل تحصيل العلم, فيضيع وقتك ويجتمع عليك الولد ويكثر عيالك فتحتاج الى القيام بمصالحهم وتترك العلم.
Janganlah engkau (terburu-terburu) menikah kecuali sehabis engkau tahu bersama-sama engkau sudah bisa utk bertanggung jawab memenuhi seluruh bebrapa kebutuhan istrimu.
Carilah ilmu terlebih dahulu,kemudian (setelah memiliki ilmu) kumpulkanlah harta benda dari jalan yg halal kemudian menikahlah.
Jika engkau mencari harta benda saat masih mencari ilmu, maka engkau akan lemah di dalam mendapat ilmu,karena harta benda selalu mengajakmu utk terus berniaga dengan orang-orang sekitarmu,dan engkau akan tersibukkan dengan urusan dunia juga perempuan sebelum engkau benar-benar mendapat ilmu.Jika itu yg terjadi maka waktumu akan tersia-siakan,dan engkau akan memiliki banyak anak,keluargamu akan menjadi semakin banyak juga.Oleh alasannya ialah itu,maka engkau akan sangat berhajat utk memenuhi bebrapa kebutuhan mereka dan engkau kemudian meninggalkan ilmu.
واشتغل بالعلم في عنفوان شبابك ووقت فراغ قلبك وخاطرك ثم اشتغل بالمال ليجتمع عندك, فان كثرة الولد والعيال يشوش البال, فاذا جمعت المال فتزوج.
menuntut ilmu Bagi sebagian orang,terjadi kebingungan antara menikah terlebih dahulu dengan menuntut ilmu.Tentunya hal ini terjadi bagi orang yg sudah dewasa.Bila masih kecil,tentu saja problem ini tidak terlihat.Nah apa yang harus dilakukan saat harus menentukan antara dua pilihan ini? Utk menjawab pertanyaan ini sanggup dipahami dari goresan pena di bawah ini.Washiat al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man Kepada Para Pemuda
ولا تتوزوج الا بعد أن تعلم أنك تقدر على القيام بجميع حوائجها واطلب العلم أولا ثم اجمع المال من الحلال ثم تزوج, فانك ان طلبت المال في وقت التعلم عجزت عن طلب العلم ودعاك المال الى شراء الجواري والغلمان وتشتغل بالدنيا والنساء قبل تحصيل العلم, فيضيع وقتك ويجتمع عليك الولد ويكثر عيالك فتحتاج الى القيام بمصالحهم وتترك العلم.
Janganlah engkau (terburu-terburu) menikah kecuali sehabis engkau tahu bersama-sama engkau sudah bisa utk bertanggung jawab memenuhi seluruh bebrapa kebutuhan istrimu.
Carilah ilmu terlebih dahulu,kemudian (setelah memiliki ilmu) kumpulkanlah harta benda dari jalan yg halal kemudian menikahlah.
Jika engkau mencari harta benda saat masih mencari ilmu, maka engkau akan lemah di dalam mendapat ilmu,karena harta benda selalu mengajakmu utk terus berniaga dengan orang-orang sekitarmu,dan engkau akan tersibukkan dengan urusan dunia juga perempuan sebelum engkau benar-benar mendapat ilmu.Jika itu yg terjadi maka waktumu akan tersia-siakan,dan engkau akan memiliki banyak anak,keluargamu akan menjadi semakin banyak juga.Oleh alasannya ialah itu,maka engkau akan sangat berhajat utk memenuhi bebrapa kebutuhan mereka dan engkau kemudian meninggalkan ilmu.
واشتغل بالعلم في عنفوان شبابك ووقت فراغ قلبك وخاطرك ثم اشتغل بالمال ليجتمع عندك, فان كثرة الولد والعيال يشوش البال, فاذا جمعت المال فتزوج.
:Resep Kastengel Gulung LezatSibukkanlah waktumu dalam mencari ilmu pada bebrapa kala mudamu,pada waktu hatimu masih senggang dari banyak pikiran,kemudian sehabis itu (setelah ilmu berhasil diraih),sibukkanlah dirimu utk mengumpulkan harta benda,karena sesungguhnya banyaknya anak dan keluarga akan mengganggu pikiran.Dan saat harta sudah kamu raih, maka menikahlah

0 Response to "Nih Inspirasi: Mencari Ilmu Dahulu,Lalu Gres Menikah"
Posting Komentar