Nih Sejarah Fpi ?Kabar Fpi Terkini

Sejarah FPI ?
Front Pembela Islam ialah sebuah organisasi massa Indonesia. Mengusung pandangan Islamisme konservatif, FPI mempunyai basis massa yang signifikan dan menjadi motor di balik beberapa agresi pergerakan Islam di Indonesia, menyerupai Aksi 2 Desember pada 2016.

Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta menjadi saksi bisu pendirian Front Pembela Islam (FPI). Di lokasi itu, tanggal pada kalender-kalender yang ada pada waktu itu membuktikan 17 Agustus 1998. Sejumlah Ulama, Habib, Mubaligh, para petinggi militer termasuk Kapolda Metro Jaya ketika itu, Nugroho Djayoesman, mendeklarasikan FPI. Momen tersebut disaksikan ratusan santri yang berasal dari kawasan Jabotabek.

Lengsernya Soeharto menjadi cela oleh para Deklarator FPI untuk beraktifitas. Pendirian organisasi yang dipimpin oleh Mohammad Rizieq Shihab tujuannya menegakan aturan Islam di Indonesia. Kegiatan tidak bakalan ditolelir oleh Pemerintahan Orde Baru yang berkuasa selam 32 tahun.

 Front Pembela Islam ialah sebuah organisasi massa Indonesia Nih Sejarah FPI ?Kabar FPI Terkini
Prahara politik pada tahun 1998 dimanfaatkan oleh FPI untuk menuntut kembali pengembalian tujuh kata dalam Piagam Jakarta, yakni “Ketuhanan dengan Menjalankan Syari’at Islam bagi Pemeluk-pemeluknya”. Hal ini didasari oleh pihak FPI melihat bahwa konsep demokrasi refresentatif yang dijalankan di Indonesia telah gagal. Tidak pernah berjalannya fungsi strategis negara dalam menjamin kesejahteraan ekonomi menciptakan FPI bergerak.

 Front Pembela Islam ialah sebuah organisasi massa Indonesia Nih Sejarah FPI ?Kabar FPI Terkini

Ormas pembela Islam ini sekarang telah berusia sekitar 12 tahun. Segala tindakan-tindakan yang dilakukan menuai kritik di kalangan masyarakat. Rentetan kasus kekerasan mewarnai perjalanan FPI. Upaya penegakan syariat Islam dengan menyerang tempat-tempat yang dituduh melaksanakan acara maksiat. Menurut Andreas Harsono, penulis buku “Agama Saya Adalah Jurnalisme”, pada suatu kesempatan di Makasaar, FPI ini sering melaksanakan tindak-tindakan main hakim sendiri. Membubarkan acara peringatan Hari AIDS sedunia di Makassar juga pernah dilakukan. Walaupun acara itu telah mengantungi izin acara dari pemerintah setempat dan kepolisian.

Diakui oleh lulusan Harvard University tersebut bahwa FPI tidak seharusnya melaksanakan hal yang melanggar hukum. “Saya tahu bahwa banyak aturan di Indonesia yang tidak ditegakkan dan tidak sempurna, tapi bukan berarti bahwa itu harus dilakukan dengan hal yang salah”, lanjutnya.

Siapakah FPI ini dan siapakah yang ada dibalik mereka hingga mereka terlihat menyerupai tak tersentuh hukum.

Relasi FPI dengan Militer

Proses pendekalarasian FPI yang diikuti beberapa petinggi militer serta Kapolda Metro Jaya memperlihatkan gambaran kedekatan dengan militer. Dalam Buku “Konflik dan Integrasi AD” yang ditulis oleh mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen dapat dilihat korelasi tersebut. Kedekatan tersebut tak terlepas dari pembentukan Pam Swakarsa—Massa pendukung Sidang spesial MPR tahun 1998. Pangab Jenderal Wiranto yang tak berdaya menahan desakan untuk mengganti Pemerintahan Habibie. Pengawalan transformasi demokratis, termasuk perubahan jadwal Pemilu yang tadinya tahun 2002 menjadi 1999. Melalui Sidang spesial MPR.

Mayjen Kivlan Zen diperintahkan untuk menghadap ke Jendral Wiranto . Kivlan Zen diminta untuk mengerahkan massa pendukung SI MPR. Ini alasannya Wiranto mengganggap Jendral ini dapat merebut Kantor di Senayan yang telah dikuasai massa pada bulan Mei 1998.

“Ini perintah Presiden Habibie” kata Wiranto.

Pendanaan ia diminta berafiliasi dengan Setiawan Djodi, pengusaha, dan Jimly Asshidiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, yang ketika itu menjadi staff Habibie. Kucuran Dana mengalir dari mantan personil Kantata Taqwa, Setiawan Djodi.

Kelompok Islam Garis Keras ini juga pernah diisukan bersahabat dengan Letjen Prabowo Subianto. Kontrak politik Islam Prabowo berhasil merekrut Jendral Feisal Tanjung dan Jendral Hartono, dua jendral yang berkuasa ketika itu. Mereka berdua tiba-tiba jadi Jendral Muslim, yang kesana kemari menggunakan baju koko dan kopiah. Lalu, Prabowo dan Hartono mendirikan Center Policy for Development Studies (CPDS).

Lembaga ini merekrut jendral-jendral Islam menyerupai Mayjen Tentara Nasional Indonesia Mulkis Anwar, dan Brigjen Tentara Nasional Indonesia Robik Mukav, Mayjen Tentara Nasional Indonesia Fachrul Razi, dan Brigjen Tentara Nasional Indonesia Kivlan Zen. Jaringan para jendral ini dibina Prabowo dan dihubungkannya dengan kelompok-kelompok Islam garis keras binaan Prabowo. Tapi tak ada yang dapat membuktikan seni administrasi politik Prabowo yang mengunakan kelompok ini. Tudingan bahwa FPI terlibat kerusuhan Mei hingga sekarang masih menjadi misteri. Pastinya Kivlan Zen menjadi Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad di masa mantan Menantu Soeharto itu menjadi Panglima Kostrad.

Kehadiran sekitar 30.000 massa yang dikerahkan oleh Kivlan Zen mengangkat kembali semangat tentara yang menjaga SI MPR. Konflik serta benturan pribadi dengan mahasiswa dan masyarakat telah melemahkan moral para prajurit. Massa pendukung ini disiapkan untuk menghadang gerakan dari mahasiswa dan masyarakat. Aparat seolah-olah akan tiba melerai kalau terjadi benturan.

Diadakan rapat dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren pada 4 November 1998, termasuk FPI. Akan dikerahkan massa pelengkap sebesar 30.000 orang lagi untuk tiba ke Jakarta. Massa sebagian besar tiba dari Banten. Disamping beberapa wilayah Jabotabek, Jawa dan Lampung. Seluruh adonan massa pendukung ini melaksanakan apel di parkir timur Senayan dipimpin Panglima Divisi Kiblat (Komite Islam Bersatu Penyelamat Konstitusi), Daud Poliraja.

Saat pertemuan di rumah dinas Jendral Wiranto pada 9 November 1998. Hadir selain tuan rumah juga Kapolda Mayjen (Pol) Nugroho Djayoesman, Kivlan Zen, dan Pangdam Jaya, Jaja Suparman. Disepakati Pam Swakarsa akan berada di depan berhadapan dengan massa, kalau terjepit maka pasukan Kodam Jaya akan mengamankan. Namun dalam praktek justru Pam Swakarsa dipukul mundur oleh pasukan Marinir, alasannya mereka tidak diberitahu sebelumnya.

Selama berlangsung SI MPR kerap terjadi bentrokan antara Kiblat—oleh Nugroho Djayoesman diubah namanya menjadi Pam Swakarsa—dengan massa mahasiswa atau masyarakat penentang Sidang Istimewa. Banyak berjatuhan korban dari pihak Pam Swakarsa yang terbunuh. Dikeroyok massa yang menolak Sidang Istimewa.

KH. Abdurahman Wahid yang terpilih menjadi Presiden meminta laskar ini membubarkan diri. Beberapa yang tinggal dan terutama dari kawasan Banten dan sekitar Jabotabek terutama etnik Betawi banyak melebur ke dalam laskar-laskar menyerupai FPI, atau laskar komunitas menyerupai Front Betawi Rempug (FBR).

Bantahan kedekatan FPI dengan petinggi militer dan polisi tidak dapat lagi dilakukan. Lihat saja ketika anggota laskar bersenjata pentungan dan golok menyerbu kantor Komnas HAM ketika itu. Mereka menolak investigasi Komnas HAM terhadap Jendral Wiranto perihal keterlibatannya dalam Pelanggaran HAM Timor Timur.

Mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djayoesman dalam memoarnya “Meniti Gelombang Reformasi” menyampaikan kedekatannya dengan FPI dalam rangka kiprah pembinaan. Ia bukan Jendral Taliban sebagaimana dituduhkan orang. Menurutnya “Betapapun sepak terjang meresahkan masyarakat, organisasi menyerupai FPI semestinya dirangkul dan diajak bicara mengenai duduk kasus sosial-kemasyarakatan yang terjadi”.

Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Timur Pradopo pada satu kesempatan menyampaikan FPI dapat diberdayakan membantu keamanan. “Saya kira, sebagai anggota Polri, apalagi pimpinan, perlu menjalin korelasi dengan semua tokoh masyarakat yang dapat membantu memelihara keamanan,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini. Namun Timur membantah anggapan ia bersikap lembek ketika menghadapi FPI. Saat rangkaian kasus kekerasan yang dilakukan oleh FPI Jenderal Bintang Empat ini. Menurutnya, kejadian yang terjadi selama ini merupakan ulah oknum perorangan yang mengatasnamakan ormas tertentu. “Ada ketentuan yang mengatur. Kalau perorangan saya kira tidak menyangkut organisasi. Kaprikornus selama ini kan perorangan,” tambahnya.

Pemahaman Soal Agama Yang Tidak Benar

Menurut Muhammad Habieb Rizieq, pendiri dan sekaligus Ketua FPI, berdirinya FPI merupakan upaya untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Rizieq dalam salah satu kesempatan menyampaikan bahwa banyak penggagas Islam yang menentang maksiat menyerupai judi, prostitusi, dan minuman keras, tapi mereka tidak dapat melaksanakan apa-apa. Untuk itu ia akan mewujudkan mimpi perihal negara Islam, dengan konsekuensi apapun. Jelas ia menyimpan kekaguman dengan Taliban, dan secara tidak pribadi mengambil ilham Taliban perihal penyelanggaraan syariat Islam. Pada awal pembentukan FPI, ia berbicara perihal penggalangan potensi kekuatan umat untuk menggusur masyarakat yang sekuler.

Dilain pihak Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Qasim Mathar menyampaikan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh FPI menurut pandangan agama itu tidak benar. Walaupun mengganggap FPI sebagai saudara sesama muslim. Kritik tetap dilontarkan terhadap Ormas yang praktis melaksanakan tindakan kekerasan. “Sekalipun kita berbeda, perbedaan yang dianggap oleh masing-masing prinsipil dihentikan mengambil langkah kekerasan,” Ungkap laki-laki kelahiran Makassar, 21 Agustus 1947 ini.

Terkait simbol-simbol Islam yang dipakai oleh FPI ditanggapi oleh laki-laki yang menuntaskan Program Doktoralnya di IAIN Syarif Hidayatullah tahun 1997. Nama “pembela” yang dipakai oleh FPI membuktikan bahwa seolah-olah Islam selalu dipojokan. Menurutnya, Al-Quran telah menjelaskan bahwa Allah SWT sendiri yang akan memelihara Islam. Kalau umat Islam sendiri merasa membela dengan cara yang tidak mencitrakan hal yang baik menyerupai dengan kekerasan. “Berarti itu tidak membela, tapi justru merusak nama Islam,” paparnya. Pemamparan senada pun diuraikan lebih rinci oleh Kyai Haji Abdurarahman Wahid dalam bukunya “Tuhan Tidak Perlu Dibela” yang diterbitkan oleh LKiS Yogyakarta pada tahun 1999.

http://www.catatankaki.org/wajah-asli-dibalik-topeng-agama/

0 Response to "Nih Sejarah Fpi ?Kabar Fpi Terkini"

Posting Komentar